Hallo Dear

Welcome in Yowanty's Blog

Total Pageviews

Friday, 23 March 2018

Hal yang Ingin Dilakukan Sebelum Usia 40 Tahun

Happy Life Before 40s 

Hal apakah yang ingin saya wujudkan sebelum menginjak usia 40 tahun?
Mungkin bagi sebagian orang me-list impiannya adalah hal klise. Namun, melakukan hal tersebut memang tidaklah sulit untuk dilakukan dan hingga saat ini masih saya lakukan. Impian yang baru saja saya coret adalah "Graduation tahun 2017".
Berikut ini adalah hal-hal yang ingin saya wujudkan, diantaranya :

1. Melakukan Pola Hidup Sehat 

Pola hidup sehat saya diawali dengan memperbanyak mengonsumsi air putih, mengonsumsi makanan berserat, olahraga teratur, tidur yang cukup. Selain itu juga mulai mengurangi mengonsumsi junk-food karena selain dapat mengundang penyakit juga dapat menguras kantong.

2. Memperluas Relasi

Mengunjungi teman lama juga termasuk hal yang dapat memberikan saya semangat hidup. Mencari teman sebanyak-banyaknya juga akan membuat saya lebih sering mempelajari beragam jenis pribadi orang lain sehingga melatih diri untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

3. Mencari Berbagai Pengalaman 

Begitu banyak faktor mengapa saya harus melakukan aktivitas yang menyenangkan dan ekstrem di usia saat ini. Alasan karena saat ini kondisi kesehatan yang baik,tersedianya waktu dan masih memiliki semangat muda yang luar biasa. Saya ingin mengunjungi destinasi lokal dan dunia seperti Raja Ampat dan Almafi Coast. Saya ingin nantinya dapat menceritakan berbagai pengalaman seru yang tak terlupakan pada setiap orang.
Jika anda sering membaca dan mendengar mengenai kisah misalnya pengusaha sukses yang semasa muda menjadi Sales Promotion tentu akan membuat diri menjadi kagum. Akan tetapi mencari pengalaman adalah kunci untuk sukses. Seorang pengusaha tadi mungkin saja dapat sukses karena tidak menolak ketika dihadapkan dengan pekerjaan sebagai seorang sales. Roda kehidupan berputar sehingga saya ingin kisah saya menjadi lebih indah untuk diceritakan di usia matang walau diawali dengan perjuangan keras.

4. Mengikuti Asuransi 

 Asuransi terbaik saat ini

Asuransi juga perlu menjadi pertimbangan penting yaitu sebagai salah satu impian untuk melindungi diri sendiri atau keluarga. Asuransi menjadi salah satu pilihan masuk akal mengurangi berbagai ancaman dan risiko. Tentu saya tidak akan pernah tahu bagaimana nasib membawa saya esok hari. Asuransi yang akan saya utamakan yaitu asuransi kesehatan, perlindungan kebangkrutan dan investasi. Jangan anggap remeh mengenai asuransi karena memiliki banyak manfaat sekalipun semasa hidup anda tidak pernah mengalami keburukan hidup. Namun, jangan lupa untuk tetap teliti dalam memilih jasa asuransi apa yang akan menjadi pilihan anda. Saya merekomendasikan Commonwealth Life karena varian dan produknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan berasuransi setiap pelanggan. Awesome!

5. Beramal Sebagai Tiket Akhirat

Beramal tentu tidak hanya menyumbangkan sejumlah uang kepada orang yang membutuhkan. Akan tetapi dapat dilakukan dengan menolong orang lain dengan tenaga dan sejumlah kebaikan lainnya. Hal itu menjadi bentuk investasi saya untuk akhirat. Aamiin.
Semoga tulisan saya ini dapat menjadikan insipirasi, motivasi dan referensi bagi anda.
www.commlife.co.id/microsite
http://www.commlife.co.id/Solutions/Insurance-Option
#HappyLifeBefore40s

Tuesday, 20 March 2018

Cerita Anak Didi dan Ayam Goreng


Didi dan Ayam Goreng

Di pagi hari yang cerah. Terlihat Didi sedang sarapan dimeja makan. Didi adalah seorang anak kelas tiga sekolah dasar. Didi tinggal di wilayah ibu kota Indonesia, Jakarta. Seperti biasa Didi sarapan dengan ayam goreng. Ayam goreng adalah menu makanan yang sangat ia sukai. Setiap pagi Didi makan dengan ayam goreng buatan ibu. Didi tidak ingin makan jika tidak ada ayam goreng. Apabila ada ayam goreng, Didi makan sangat lahap dan banyak. “Ayam goreng sangat lezat” ujar Didi sambil memakan ayam gorengnya. 

Setelah sarapan, Didi pergi berangkat ke sekolah. Tidak lupa ia berpamitan dengan ayah dan ibunya. Sebelum keluar dari pagar rumahnya. Didi pergi bergegas ke belakang halaman rumah. Setiap hari ia selalu memberi makan ayam kecilnya. Ayam kecilnya sangat suka memakan beras atau nasi yang telah diberi air. Ayam kecilnya diberi nama “Pitik”. Didi mendapat ayam kecil dari Nenek ketika beliau sedang berkunjung kerumah Didi. Nenek berpesan agar ayam kecil itu dijaga dengan baik.
Bel sekolah pun berbunyi. Tepat sekali Didi berada di depan gerbang sekolah. Didi merapihkan dasi dan pakaiannya sebelum masuk kedalam kelas. Bu Amel pun masuk kedalam kelas. Semua anak menyambut dengan semangat 
“Selamat pagi anak – anak, masih semangat semuanya?” tanya Bu Amel dengan wajah ceria. “Masih bu….” jawab siswa – siswi dengan antusias. “Hari ini ibu mempunyai sebuah origami. Origami adalah karya seni lipat dari kertas. Origami berasal dari negara Jepang. Nah ini adalah contoh – contoh karya seni origami” kata Bu Amel sambil menunjukkan hasil karya origami dengan beraneka macam bentuk. Setelah semua mengerti penjelasan dari Bu Amel,  siswa dan siswa langsung memikirkan bentuk apa yang akan mereka buat dari teknik kertas origami.
Didi terlihat sangat semangat. Ia ingin sekali membuat origami bentuk hewan. Ia ingin membuat bentuk ayam kecil dengan origami. Sepulang sekolah ia langsung mengamati bentuk Pitik dengan baik. Agar dapat menghasilkan karya yang sangat bagus. Didi masuk kerumah dengan tergesa – gesa. Ibu bingung melihat sikap Didi. “Didi, ayo makan siang dulu. Ibu sudah menyiapkan ayam goreng kesukaanmu nih” kata Ibu. “Iya bu, nanti dulu sebentar lagi” tutur Didi. Ibu pun membiarkan Didi yang masih berada di luar halaman.
Setelah  mengamati Pitik, Didi langsung menuju meja makan. Tak lupa Didi mencuci tangan sebelum makan. Dilihatnya ada banyak makanan disana. Makanan itu termasuk empat sehat lima sempurna. Disana ada nasi, sayur bayam, ayam goring, buah jeruk dan susu. Didi senang sekali melihat ayam goreng yang tersaji di atas piring. Ia hanya memakan ayam goreng dan tidak memakan sayur bayam.
Hari itu hari minggu Didi akhirnya telah menyelesaikan tugas melipat kertas. Didi membuat origami bentuk ayam. Lipatannya sangat rapi dan bagus. Hari senin ia akan membawa tugasnya. Didi yakin Bu Amel pasti bangga padanya. Tak lupa ia memberi Pitik makan beras banyak sebagai tanda terima kasih. Sehingga Pitik tampak sangat gemuk dan lucu.
Keesokan harinya Didi mengumpulkan tugas origaminya. Ternyata benar dugaannya, semua orang memuji karya seninya. Didi merasa sangat senang dan bangga. Didi ingin cepat – cepat pulang dan menceritakan keberhasilannya hari ini kepada Ibu. Didi pun pulang dengan mengayuh sepedah dengan cepat. Sehingga ia merasa haus dan lapar.
Sesampainya dirumah, Didi langsung mencari ibunya. Ia melihat isi meja makan. Ia terkejut melihat tidak ada ayam goreng dimeja makan. Yang ada hanya sayur sup dan tempe goreng serta buah jeruk dan susu. “Ibu……. mana ayam gorengkuuu…..” Didi berteriak dengan sangat keras. Ibu keluar dari dalam kamar menuju meja makan. “Didi, hari ini ibu tidak memasak ayam goreng. Penjual ayam langganan ibu sedang tutup hari ini.” jawab Ibu. “Aaaa… aku tidak mau tahu pokoknya aku harus makan ayam goreng hari ini. Aku kan tadi sudah dapat nilai yang sangat bagus disekolah. Pokoknya aku mau makan ayam goreeengggg…. bukan sayur sup” ujar Didi sambil merengek – rengek pada Ibunya. “Ya sudah kalo itu mau kamu, akan ibu buatkan ayam goreng” kata Ibu dengan wajah marah.
Ibu pun keluar rumah. Ibu memikirkan bagaimana cara agar dapat memasak ayam goreng untuk Didi. Akhirnya ibu pergi menuju halaman rumah. Dilihatnya ayam kecil milik Didi sedang memakan beras. Tanpa berpikir panjang. Ibu langsung mengambil Pitik dan membawanya kedapur untuk segera dimasak. Didi sedang asik duduk diatas kasur sambil menunggu ayam gorengnya matang.


Sudah satu jam Ibu memasak ayam goreng didapur. Setelah selesai memasak. Ibu menyiapkan ayam goreng diatas meja makan. Ibu memanggil Didi untuk makan siang. Perut Didi sudah sangat lapar. Didi merasa sangat senang melihat ayam gorengnya berukuran sangat besar. Tanpa bertanya – tanya lagi, Didi langsung melahap ayam goreng buatan Ibu. Karena terlalu lapar Didi makan tanpa menyisakan daging ayam sedikit pun. “Bu, ini ayamnya kok gurih sekali. Rasanya beda dari ayam – ayam biasanya. Memang ibu jago sekali masak ayam”. ujar Didi sambil mencuci tangan. “Kamu ini bisa saja kalau sudah kenyang”. kata Ibu sambil tersenyum.
Didi pun langsung menuju kandang Pitik untuk memberi makan siang. Betapa terkejutnya Didi melihat Pitik tidak ada didalam kandang. Didi mencari – cari Pitik keseluruh halaman rumah. Didi akhirnya bertanya pada ibu. “Ibu, lihat si Pitik tidak? Kok dia tidak ada didalam kandang sih?” tanya Didi dengan wajah murung. “Kan Pitik ada didalam perutmu Di” jawab Ibu dengan santai. “Haaah… maksud Ibu? tanya Didi terkejut. “Iya, ayam goreng yang barusan kamu makan itu adalah daging si Pitik. Kan Ibu sudah bilang bahwa hari ini tidak ada menu ayam goreng, tapi kamu terus memaksa Ibu. Yasudah ibu masak saja ayam kesayanganmu itu” kata Ibu dengan tenang. “Apaaa bu???....... Ibu, aku minta maaf. Aku janji tidak akan makan ayam goreng terus. Aku mau Pitik bu….” ucap Didi sambil menangis.

Ibu langsung memeluk Didi yang sedang menangis. Ibu menasehati Didi bahwa ia harus makan empat sehat lima sempurna agar mendapat gizi yang seimbang. Bukan hanya makan ayam goreng tetap harus makan sayur juga. Semenjak hari itu Didi mulai makan tanpa lauk ayam goreng. Didi sudah mau memakan tempe goreng atau tahu goreng yang kaya akan protein. Akhirnya Didi dibelikan burung Beo oleh Ayah sebagai pengganti Pitik. Beo pun menjadi teman yang tidak kalah menyenangkan bagi Didi.

Community Development UNJ


Blog ini ditulis tahun 2014 namun kembali aku upload untuk mengenang kembali sebuah kisah luar biasa dalam hidupku.
Hobby aku itu selain “ngaca” yaitu “nostalgia”. Iya kali ini aku akan bernostalgia dengan pengalamanku. Kali ini aku belum  mau nostalgia dengan pacar, mantan, atau gebetan hehe tapi aku mau nostalgia dengan salah satu organisasi yang gak kalah berkesan. 
Organisasi ini adalah ComDev (Community Development) yang saat itu sempat berganti  nama menjadi Sekolah Cerdas. Dulu tuh tempatnya di Pedongkelan.



Aku tau ComDev itu dari senior namanya “Kak Wahyudi” kebetulan kakak itu adalah ketua Osis di SMAku. Kebetulan dulu aku pengurus Osis nah kka ini adalah ketua Osisnya. Jadi waktu itu ketika dia lagi main di SMA dan makan di kantin dia ngajak aku untuk ikut ComDev di Pedongkelan karena posisinya aku di situ ga terlalu peduli ya aku cuma iya iya aja sambil lumayan antusias juga sih. Bener ya kata orang kalau omongan itu doa. Ketika aku masuk UNJ aku beneran ikut ComDev daannnn aku cinta sama ComDev. Sebenernya kalau urusan bercerita pengalaman tentang ComDev mungkin salah satu temanku “Palupi Mutiasih” lebih bisa menggambarkan kondisi ComDev dengan sangat baik karena tulisannya pernah dimuat di suatu sumber yang cukup terkenal dan mungkin salah satu temanku “Hirman Tri Handoyo” juga lebih bisa memotretkan kondisi anak-anak ComDev karena sebelumnya si Hirman ini pernah menang lomba fotografi yang di selenggarakan oleh Fide (Forum Ide Kita) yang merupakan organisasi di FIP UNJ.
Jadi apa aja sih kegiatan yang ada di ComDev ini?


Kegiatan utamanya yaitu adalah mengajar. Mengajar anak-anak baik itu anak Paud, SD, SMP, SMA atau bahkan anak marjinal sekalipun. Karena ini merupakan organisasi jadi disana juga ada susunan kepengurusan seperti ketua atau disebut kepala sekolah, sekretaris, bendahara dan lain-lain. Sejujurnya aku ga terlalu amanah di sini karena waktu itu ComDev kan pindah jadi di daerah Cakung, nah tempat yang baru itu lumayan jauh dari rumahku beda halnya dengan tempat yang lama yaitu di Pedongkelan.
Terus waktu itu aku juga innalillahi dapet amanah jadi ketua di FIP English Club sehingga aku lebih memilih untuk kontribusi di English Club. Padahal aku beneran seneng bahkan ngerasa kangen banget sama atmosfir di ComDev itu. Nah ini adalah foto-foto dokumentasi yang aku punya selama aku ikut ComDev.
Foto ini diambil di metromini ketika akan jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Anak yang ditengah namanya Rio. Dia anak favorit aku sih, soalnya dia itu baik, kalem dan pinter. Dulu sih waktu tahun 2013 itu dia kelas 3 SD. Kira-kira sekarang dia kelas berapa ya?
Ada hal yang membuat aku tersentuh suatu waktu aku udah jarang datang ke ComDev dia berlari dengan kencang dengan wajah yang sumringah banget dan langsung salim dan kayak semacem bilang “kakak kemana aja?” Mungkin hal itu sudah jadi hal yang biasa untuk senior-senior terdahulu atau adik-adik yang sekarang masih ada di ComDev.
Nah ini adalah suasana ComDev waktu di Pedongkelan.Suasana sebelum ada penggusuran.  Kalo disini rumahnya ada tingkatnya gitu. Tapi tingkatnya sederhana terbuat dari triplek dan kayu.
Banyak buku-buku dilantai atas. Disampingnya ada mushola gitu deh hehe. Tapi airnya rasanya tuh kayak rasa besi jadi jangan kaget kalo dulu aku wudhu nya dengan muka kecut gitu hehe…
Ini suasana kalau mau pulang, jadi anaknya tuh salim-salim gitu sama kita. Tau gak sih rasanya disalimin ketika kita baru aja terjun ke jurusan guru SD? Rasanya tuhh… ya Allah aku Guru Ya Allah aku seneng aku bangga. Lebay!
My favorite song. Gak favorit juga sih hehe tapi ini lagu kebangkitan seorang Putri Yowanty kalau tiba-tiba mau acuh tak acuh sama lingkungan sekitar. Ya ini lagi nyanyiin lagu “Totalitas Perjuangan”. Awalnya dulu tuh aneh nyanyi lagu ini sambil tunjuk-tunjuk. Awkward moment gituuu tapi lama-lama jadi tau maknanya. Lebih dalem dari lagu A Thousand Years~
Sumpah ini foto culun banget sih wkwk. Oh iya ini anak ini namanya Ica. Dia juga baik sih awalnya tapi lama-lama lebih suka main dari pada belajar.

Nah ComDev ini juga ada agenda belajar di luar Waktu itu ini jalan-jalan ke Taman Mini. Seru banget deh jalan sama anak-anak ini. Kita bawa makanan sendiri, bawa snack, duduk di pendopo. Yang pasti jalan-jalan sama anak ComDev yang kebanyakan anak marjinal ini punya sensansi tersendiri, seperti anaknya susah diatur dan maunya kemana-mana intiya harus baik-baik ngejaganya biar gak hilang.

Ini Upgrading pertamaku, lokasinya di Ragunan.
Seru deh pokoknya. Acaranya itu perkenalan ComDev, pengakraban, dan ada tukeran kado juga hehe aku lupa sih dulu dapet apa.
Ini waktu ComDev udah pindah ke Rusunawa di daerah Cakung. Tempatnya di Rusun dan gak tingkat.
Kalau gak salah ini acara Upgrading di Lubang Buaya. Ada pembicaranya yaitu kakak yang mendirikan ComDev *Cmiiw* hampura kalau salah informasi yaaa. Nah kalau ini jalan-jalannya gak sama anak-anak ComDev cuma kakak-kakak dan pengurus aja. Hayooo siapa yang mukanya ada di foto ini? 
Waktu itu ada kakak-kakak dokter cantik yang datang ke Rusunawa untuk ngajarin anak-anak cara menggosok gigi dan bisa ngecek kesehatan gigi juga loh disini. Waktu itu anak anaknya ada yang seneng, ada yang ketakutan dan ada juga yang nangis jerit-jerit hahaha.
Aku sedih deh ceritain foto yang ini. Ini adalah hari terakhir aku datang ComDev. Aku kangen mereka. Apa mereka kangen aku juga ya? Baper bet dah ah~
Ini waktu foto rada ribet gitu ngatur posisinya hehe all crew sih kayaknya ini. Coba tebak aku yang mana? Hehe
Nah itu tadi cuplikan-cuplikan dokumentasi dan sharing dari aku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian dan kalau ada hal-hal yang menyinggung. Semoga tulisanku kali ini bermanfaat dan bisa menjadi nostalgia bagi teman-teman yang dulu pernah ikut ComDev sehingga suatu saat nanti kita gak lupa kalau ada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Hidup Pendidikan Indonesia!

Monday, 19 March 2018

Dunia Baru

Kali ini saya ingin berbagi mengenai perubahan yang telah terjadi di hidup saya. Dahulunya ketika masih duduk dibangku sekolah saya adalah anak yang ceroboh, berambut panjang, dan suka berpakaian terbuka seperti mengenakan rok pendek dengan baju kaos pendek. Boro-boro berhijab, sholat pun saya masih bolong-bolong.
Suatu ketika saya masuk di sebuah Universitas di Jakarta. Saya melihat lingkungan saya sangatlah berbeda. Disana lebih banyak perempuan yang menggunakan kerudung yang dililit-lilit menjadikan membuat cantik dan modis hingga memakai kerudung yang begitu panjang seperti terlihat rapi dan anggun. Namun, walaupun saya tinggal di lingkungan yang cukup baik dan sering mengikuti mentoring. Tetapi, saya tetap saja tidak mau menutup aurat saya dengan hijab sekalipun. Kadang saya malah masuk masjid untuk sholat ya dengan gaya saya "pakai rok dan kemeja pendek saja" terkadang malah pakai syall atau selendang yang dililit dileher bukan dipakai untuk dikepala. Jika ada teman saya yang sudah baik penampilannya dan berkata "kapan kamu pake hijab?" dengan suara bawel dan bersahaja lalu saya hanya menjawab "doain aja yaaa, ini juga udah pake kok, pake kerudung hati." sambil seraya berjalan tertawa. Terkadang kalo dengan sahabat sendiri saya akan berkata "This is me, this is my life. Ibaratnya saya akan melakukan apa yang saya suka dan saya tidak peduli dengan lingkungan disekitar.
Nah, saya ini beberapa kali pergi ke book fair yang ada di Senayan. Setiap saya membaca buku bernuansa Islam pasti ada saja buku yang berkata kenapa perempuan belum mau pakai hijab. Disana saya membaca seperti hanya melihat-lihat cepat. Yang saya lihat bahwa seperti yang ada pada diri saya "alergi kerudung, belum siap, dannn takut tidak cantik lagi."
Meskipun begitu, saya ini tipe yang tidak pernah menolak apabila diberi masukan, apabila diceramahi, apabila ada tulisan yang merujuk demi perubahan seorang wanita untuk berhijab.
Sebenarnya alasan saya yang paling-paling mempengaruhi mengapa waktu itu saya belum berhijab adalah karena saya suka merasa geli dibagian bawah leher. Sehingga, ketika makan atau ketika beraktivitas saya selalu memegangin leher saya dengan jari agar kain kerudungnya tidak nempel dileher sehingga membuat geli. Hahaha konyol, tapi memang seperti itu adanya. Setiap hari jumat kan berpakaian muslim sewaktu masih sekolah. Saya suka menyelipkan sedikit kertas untuk mengganjal leher saya. #Anak aneh dasar haha
Namun terlepas dari itu saya juga kadang memang belum siap. Dan setiap saya memberikan alasan bahwa leher saya geli juga itu aneh sekali rasanya. Alhasil saya suka memakai kerudung di dalam rumah agar leher saya semakin terbiasa.
Saya pun yang tadinya senang menonton tutorial make-up menjadi senang dengan menonton tutorial hijab. Diam-diam saya belajar untuk bisa menggunakan kerudung dengan baik. Saya ingin punya style sendiri dengan tidak mengabaikan syariat di Islam. Saya juga sering bertanya dengan teman saya yang sudah syar'i bagaimana seharusnya berhijab dan berpakaian kadang juga saya seperti diskusi dengan teman-teman yang berhijab mendiskusikan suatu hukum dalam kehidupan. Misalnya boleh gak sih cukur alis biar hits hehe yaaah pokoknya yang gitu-gitu deh. Rahasia perempuan.
Tanpa saya sadari saya juga sudah sering membeli kemeja panjang dan rok panjang tetapi, rambut saya tetap tergerai-gerai belum tertutup.
Saya sering melihat di dinding-dinding masjid ada ajakan untuk menggunakan jilbab syar'i saya sering melihat gambar tersebut dengan rasa ingin tau yang tinggi. Sampai rumah suka saya praktikan ada keinginan dalam diri untuk seperti itu suatu saat nanti.
Tidak hanya itu saya juga sering menambahkan akun-akun Islami di social media. Kalo ditanya biar kenapa? Cuma iseng aja biar akunnya bervariasi mulai dari fashion, art, food, psikologi, actrees, sastra, horror dan cerita umum tentang dunia deh hehe.
Maafin yaaa saya memang gitu :')
Keputusan menggunakan hijab sangatlah sulit bagi saya. Walau logikanya tinggal dipake dan pakai baju panjang dan sebagaiannya. Akan tetapi saya selalu minta didoakan untuk segera berhijab.
Ada begitu banyak hal yang pada akhirnya membuat big decision untuk pakai kerudung atau hijab hal itu diantaranya:
1. Saya ingin ayah saya masuk surga dan tidak ingin setiap saya keluar rumah tanpa menutup aurat berarti ayah saya melangkah ke neraka.
Kalo saya pakai setelah menikah, maka hanya suami saya yang dapat pahala tapi ayah saya? Bye... Audzubillahminzalik! Walau faktanya saya juga belum menemukan hadits yang mendukung hal ini.
2. Saya ingin punya suami yang soleh. Maka dari itu saya pun juga harus solehah. Mana mau akhwat-akhwat yang wajahnya teduh itu mau ngelirik perempuan gradakan kaya saya huhu
Pasti akhwat berpikir gimana mau nurut sama suami orang nurut sama perintah Allah buat pakai kerudung aja tidak mau. Nahloh.

3. Katanya kalo gak berhijab semua amalnya sia-sia dan seolah-olah percuma.

4. Pakai hijab gak terlalu sering digangguin abang-abang tukang somay, tukang baso, tukang parkir dan all about tukang-tukang. Paling cuma disapa Assalamu'alaykum neng...
5. Pakai hijab membuat kita jadi bangga dengan identitas kita sebagai orang muslim.

6. Saya calon guru SD, maka saya harus memiliki akhlak yang mulia dan bertaqwa kepada Tuhan. Kalau saya mengaku orang Islam tapi tidak berkerudung atleast orang-orang mengira saya tidak punya akhlak mulia.
7. Saya takut pada Allah. Masa sih saya tidak melaksanakan kewajiban yang segitu gamblangnya. Gimana saya mau disayang Allah kalo saya saja gak sayang sama perintah Allah. Pakai kerudung itu sama saja dengan melaksanakan sholat 5 waktu.
Jangan bilang belum siap atau mau berkerudung hati dulu. Di tanah abang ga ada yang jual kerudung hati sis :( Penampilan is number one alhlakmu akan menyusul setelahnya. Jangan sampe akhlakmu gak siap tetapi kerudung terakhir (kain kafan) udah siap ngerudungin kamu.
8. Dengan berkerudung saya merasa lebih aman dan tidak kedinginan karena memakai pakaian yang tertutup haha ignore me!
9. Memakai kerudung bisa tetep membuat kamu dapet jodoh kok bisa tetep hits gak bikin kamu jadi jelek. Berkerudung bisa dibuat tetap cantik kok. Sekarang sudah banyak warna yang cantik dan manis. Sudah banyak pin dan bros lucu. Sudah banyak kerudung yang dua warna dan lumayan tebal. Malah nih katanya misalnya ada orang lain yang melihat kamu yang pakai kerudung maka mereka yang melihat akan mendapat pahala. Tuh kamu menjadi penyebab orang dapat pahala loh. Cieee
10. Siapa bilang pakai kerudung panas? Di neraka lebih panas sih katanya sis :( Malah yaaa...setiap tetesan keringat sista-sista karena kepanasan pakai kerudung terdapat pahala yang begitu besaarrr. Duaaarrrrr....
Nah, jadi benar menurut saya bahwa lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan personallity seseorang, terutama pada saya.
Akhirnya setelah mengalami mimpi berada disebuah saung diatas seluruh ketinggian dan dibawahnya terlihat pemandangan seperti gunung, hutan dan sawah saya merasakan kesejukan dan kedamaian dalam hidup saya. Namun ternyata hal itu cuma mimpi hehe.
Setelah saya cari artinya melalui searching. Ternyata bermakna baik dan akan mendapat kemuliaan. Saya kemudian mengganti semua foto profil akun social media dengan foto yang sudah pakai kerudung. 
Keesokan harinya saya tiba-tiba pergi ke penjual kerudung dan saya membelinya.
Ketika hari senin saya sudah menggunakan kerudung yang saya model-model tetapi kunciran rambut saya tidak terlalu berpunuk unta, kerudung saya menutupi dada dan saya pilih warna kerudung saya soft dan tidak berlebihan. Alhasil ketika masuk ke kelas teman-teman saya berkata "Subhanallah, cantiknya..." atau sekedar bertanya mendekat "kamu udah dari hati belum?" saya pun menjawab "sudah inshaAllah aku udah istiqomah. Karena, selama ini aku banyak belajar"
Seiring dengan berjalannya waktu, saya menjadi pribadi yang bisa lebih baik dengan sendirinya dari pada saya yang dahulu belum menggunakan kerudung/hijab.
Wahai sista-sistaku yang hatinya masih labil sebagaimana aku labil dengan hatiku. Ketika aku masih bingung dengan pilihan berhijab atau tidak. Sesungguhnya berhijab adalah pilihan yang paling baik.
Belajarlah sedikit demi sedikit agar tidak sulit.
Salam dari perempuan yang belum sempurna akhlaknya :)

Fine On The Outside Lyric Song

Hallo...
Apakah temen-temen punya lagu kesukaan?
Lagu kesukaan teman-teman ketika sedang merasa sedih apa si?
Kalo aku lagu yang aku suka play ketika sedang butuh keheningan dan intropeksi diri adalah lagu dari Priscilla Ahn dengan judul Fine On The Outside. Sebenarnya ini adalah sountrack lagu anime Studio Ghibli yang judulnya When Marnie was There. Priscilla Ahn, sang pencipta sekaligus penyanyi lagu ini telah menciptakan lagu ini 10 tahun yang lalu looh. Tetapi baru terilis pada tahun 2014 seiring dengan film nya.
Selamat Mendengarkan Lagunyaaa yaaa 
"Fine On The Outside"
I never had that many friends growing up
So I learned to be okay with just me
Just me, just me, just me
And I'll be fine on the outside
I like to eat in school by myself anyway
So I'll just stay right here
Right here, right here, right here
And I'll be fine on the outside
So I just sit in my room
After hours with the moon
And think of who knows my name
Would you cry if I died?
Would you remember my face?
So I left home
I packed up and I moved far away
From my past one day
And I laughed
I laughed, I laughed, I laughed
I sound fine on the outside
Oh oh oh [4x]
Oh oh oh
Sometimes I feel lost sometimes I'm confused
Sometimes I find that I'm not alright
And I cry, and I cry, and I cry
Oh oh oh [4x]
Oh oh oh
So I just sit in my room
After hours with the moon
And think of who knows my name
Would you cry if I died?
Would you remember my face?
Artinya :
"Baik-baik saja di luar"
Aku tidak pernah punya banyak teman
Jadi aku belajar baik-baik saja dengan hanya aku
Hanya aku, hanya aku, hanya aku
Dan aku akan baik-baik saja di luar
Aku suka makan di sekolah sendiri pula
Jadi aku hanya akan tinggal di sini
Di sini, di sini, di sini
Dan aku akan baik-baik saja di luar
Jadi aku hanya duduk di kamarku
Duduk memandang jam dinding ditemani bulan
Dan memikirkan siapa yang tahu namaku
Apakah kamu menangis jika aku mati?
Apakah kamu ingat wajahku?
Kemudian aku meninggalkan rumah
Aku berkemas dan aku pindah jauh
Dari masa lalu saya satu hari
Dan aku tertawa
Aku tertawa, aku tertawa, aku tertawa
Aku terdengar baik-baik saja di luar
Oh oh oh [4x]
Oh oh oh
Kadang-kadang aku merasa kehilangan Kadang aku bingung
Kadang-kadang aku menemukan bahwa aku tidak baik-baik saja
Dan aku menangis, dan aku menangis, dan aku menangis
Oh oh oh [4x]
Oh oh oh
Jadi aku hanya duduk di kamarku
Memandang jam dinding ditemani oleh bulan
Dan memikirkan siapa yang tahu namaku
Apakah Anda menangis jika aku mati?
Apakah Anda ingat wajahku?
Tapi kalau menurut pendapatku cerita ini berhubungan dengan filmnya sendiri. Jadi di dalam film ini ada 2 tokoh perempuan, namanya Anna dan Marnie. Si ana ini ceritanya anak yatim piatu sebatang kara. Nah dia tinggal sama ortu angkat. Anna kalo di sekolah suka malu, canggung gitu ya mungkin karena kurang perhatian ya. Anna suka menangis, dia suka menyembunyikan kesepian dan kesedihannya. Dia suka duduk memandang jam ditemani oleh bulan. Memikirkan apakah ketika dia meninggal akan ada yang ingat wajahnya dan namanya sedangkan dia tidak terlalu dikenali oleh teman-temannya di sekolah. Lalu, dia memutuskan untuk pergi ke desa karena terkena asma dan merasa terpuruk. Anna pergi sekalian menjauh dari segala kecanggungan dan hidup masa lalu nya dia yang berstatus sebagai yatim piatu dengan ortu angkat.
Dia ketawa ketawa which seneng gitu kan lepas dari penderitaan. Nah kemudian dia ketemu sama Marnie. Nah si Marnie ini itu kayak sosok kakak, sosok ibu yang bisa bikin Ana jadi ga sepi.
Bagaimana lagunya, enak ga? Hehe
Ini artinya agak kurang nyambung karena langsung di translate pake aplikasi translator. Semoga kalian bisa menerjemahkan dengan makna yang lebih menyedihkan yaaa hehe.
Tetap semangat!

Hijab Why Not!

Hijab Tak Menghalangiku Berolahraga. 
Assalamu’alaikum dear. Salam ini aku sampaikan untuk setiap calon penghuni surga salah satunya  kamu yang sedang baca tulisan ini .Cie…
Hallo para "Saliha".
Namaku Putri Yowanty. Aku suka sekali berolahraga, salah satunya lari dan berenang. Saliha tidak perlu membayangkan badanku bagus such as body goals yaah karena tinggiku aja ga sampe 160 cm hehe. 
Pertama-tama aku akan share pengalamanku saat pertama kali melakukan olahraga renang dengan berhijab. Ketika akan berenang, saat itu outfit yang aku gunakan adalah kaos, kerudung bergo, dan celana panjang. Awalnya ragu dan malu karena insecure dipeluitin sama petugas kolam renang which is aku tidak mengenakan baju renang. In fact, aku tidak diprotes but trust me bajunya jadi terasa berat sekali. Ketika aku menyelam rasanya seperti ada yang menggelantungi sehingga bikin susah gerak. Literaly aku berenang dengan style kodok bermetamorfosis jadi telur yang pasif gitu geraknya. Nah tapi karena kaosnya berat, i feel like ini badan kayak berudu mau bermetamorfosis menjadi batu akik. Hwaaa it's so heavy setiap menyelam. Penderitaanku belum selesai, setelah menyelam aku angkat badan untuk keluar dari air daan... kaosku malah terangkat hingga punggung. 
WHY ME, Allah??? haha ngakak banget awkward gitu doong rasanya. Kok bisa ini kaos terangkat tinggi sekali. Untung tidak ada laki-laki di sana. Oke, setelah pakaian terasa berat, kaos terangkat hingga jauh, aku harus berhadapan dengan si bergo yang menutupi wajahku ketika aku mulai berenang agak dalam. Rasanya hari itu ingin bersyukur ke Allah karena sudah memberikan aku kesabaran :')
Yes, it's HEAVY it's HARD, it's DIFFERENT but you have to love wearing it, dear.  
Nah olahraga yang aku sukai selanjutnya adalah jogging. Aku jogging bisa di mana saja. Kadang di taman deket rumah, di CFD an ataupun di pantai.

 
Hari demi hari aku lalui, aku mulai berfikir untuk menyesuaikan pakaianku ketika berolahraga. Somehow para sahabatku juga suka malas kalau harus jogging dengan pakaian serba tertutup dan super duper bikin gerah. Kerudung bergo, kaos panjang dan celana panjang adalah outfit terbaik untuk olahraga. Tapi, outfit seperti itu masih dianggap terlalu vulgar mungkin juga yang tidak terbiasa menggunakan celana karena daily outfit mereka biasanya pakai rok atau pakai gamis.
“Aku kalau pakai celana tuh rasanya kayak naked
“Aku tuh mau banget olahraga tapi aku susah kalau lari pakai rok gini, ngeri keserimpet”
Kata-kata seperti itu udah sering sekali aku dengar. 
Tiba-tiba ketika sedang berolahraga di kampus aku melihat sahabatku yang menggunakan model rok yang sekaligus ada celananya dan bentuknya pun seperti celana training. Kurang lebih seperti ini bentuknya.    

Really, seperti bertemu big things padahal cuma celana. Dulu, celana seperti itu belum se-famous sekarang. Tapi cerdas banget sih sih temanku ini dia punya outfit sehingga bisa tetep olahraga dengan aman tapi tetap mempertahankan hijab syar'i nya dia. Thumbs up! 
But, no worries aku tidak mau mempermasalahkan outfit apa yang ingin saliha pakai saat berolahraga ingin mengenakan celana training atau celana plus rok ini. Karena InshaaAllah pahala nya dua kali lipat. Pahala menutup aurat dan menjaga kesehatan tubuh. 
Cheer Up!
Ada satu hal lagi yang membuat aku jadi punya semangat baru. Ya, ada sebuah artikel yang mempublish bahwa ada dua atlet voli Indonesia yang berkompetisi di Proliga tahun 2016 lalu. Mereka adalah Helda dan Shinta, dua atlet voli yang berhijab. Sebelum menandatangani kontrak mereka sudah mengatakan bahwa akan bermain dengan mengenakan hijab dan ternyata pihak penyelenggara tidak mempermasalahkannya. 
You please Allah plus you get reward. InshaaAllah.
Nah, sebagaimana kisah aku ketika olahraga renang dan jogging yang serba salah itu. Disini aku menemukan good idea. Kedua atlet itu diperbolehkan mengenakan jilbab asalkan warna hijab dan manset yang digunakan sama warna. Mereka juga memilih bahan jilbab katun yang bersifat stretch agar bisa menyerap keringat dan membuat nyaman. Jadi selain takwa kita juga harus cerdas dalam menyesuaikan kebutuhan diri.
Get the point untuk para saliha kita tidak boleh menjadikan hijab sebagai halangan untuk berolahraga.  Hijab, Why Not?! 

Alhamdulillah ada kegiatan yang keren di hari Minggu, 29 april 2018 mulai jam 5 pagi - 11 siang, bertempat di FX Sudirman, Jakarta akan diadakan Hijaberlari. 
Apa itu Hijaberlari?
Hijaberlari adalah event lari untuk perempuan di mana semua peserta perempuannya mengenakan hijab, ada photo booth, zumba, hadiah Umroh dan masih banyak lagi.
For further information, kindly check : 
#hijaberlari #sehatitucantik