Assalamu'alaikum. Hallo teman-teman.
Apa kabar?
Semoga sedang dalam keadaan baik yaaa.
Aku mau bahas satu quotes yang cukup menggelitik pemikiranku.
It's so simply. Kalau kita bekerja maka dompet akan terisi tapi kalau berpetualang jiwa yang akan terisi.
Pilih mana?
Kalau aku sih, pilih dua-duanya. Setelah kerja bagai quda aku mau berpetualang, travelling atau melakukan short getaway. Sehingga akan menyebabkan balance yang abadi dalam hidup.
Nah, yang akan aku bahas adalah holiday singkat aku tanggal 21 Juni 2018 even itu belum seminggu berlalu, masih fresh banget diingatan aku.
21 Juni 2018...
Aku pergi ke Pulau Tidung.
Aku cuma bawa uang sekitar 300ribu, mengandalkan sisa-sisa uang THR lebaran :')
Pertama-tama aku naik kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke which is Pelabuhan Kali Adem, sama aja.
Tarif nya 50k. Perjalannya 3 jam. Aku berangkat sekitar pukul 07.30-10.00.
Sebelum naik kapal ini sebaiknya kalian minum Antimo dulu kalau kamu ga mau pusing until muntah-muntah karena mabuk laut.
Jangan lupa pakai pelampung supaya tetap safety.
Walaupun kapal kayu ini terbilang sederhana tapi di dalamnya sudah ada toilet, tempat untuk colokan kalau ada yang urgent banget mau ngecharge.
Aku berangkat ke Tidung bersama 6 temanku, jadi kita ber7. Udah kayak 7 bidadari, halaaah halu wkwk....!
Kita pergi engga pakai jasa travel, tour guide atau sejenisnya. Kita beneran hanya mengandalkan browsing di google untuk cari home stay, sewa sepeda, makan dan snorkling.
Sesampainya di sana, aku ketemu sama temenku yang juga lagi ada di Tidung karena dia memang kampungnya di Tidung.
Jadi untuk temen-temen yang mau liburan bisa kontak aku untuk tanya referensi harga yang ekonomis hehe.
Terus kita langsung menuju homestay yang jaraknya ga sampai 100 m dari pelabuhan Tidung, super duper deket banget.
Kalau home stay kita memang sudah terlajur browsing di internet jadi cukup mahal yaitu sekitar 350k, dibagi 7 orang.
Setelah tidur-tiduran sebentar dan taruh barang di homestay kami langsung menyewa sepeda.
Tarifnya 15k dan bisa dipakai seharian, sepuasnya alias unlimited.
Kami pinjam sepeda di tempat P.Yono.
Karena sudah pukul 13.00 kami pun merasa lapar dan pergi ke tempat makanan.
Sepanjang pantai banyak penjual makanan bentuknya seperti tenda dan ada juga yang seperti warung-warung kecil.
Kami membeli makanan di salah satu penjual tenda. Tapi karena banyak orang yang merokok dan terlalu crowded untuk duduk dibangku yang disediakan di sana akhirnya kami request untuk makan di belakang tenda literally deket banget sama pantai dan itu beneran cuma kita aja. Berasa special lunch gitu jadinya haha. Noted! Jadi jangan terpaku untuk makan dimeja meja yang udah jelas untuk lewat aja sumpek, ayo bergerak cari tempat nyaman!
Akhirnya kita makannya sharing.
Beli 6 nasi putih, karena 1 orang temanku beli mie ayam. Kemudian pesan 2 piring cah kangkung, 2 piring cumi saus tiram, 1 porsi otak-otak yang isinya 10 dan teh manis.
Jangan kaget, porsi cumi nya itu memang sedikit banget udah dipotong jadi kecil-kecil banget, bukan cumi utuh dan harganya 45k dan nasinya 5k/porsi.
Tenang, viewnya yang bikin harga makanan ini jadi worth dan bikin kita merasa kenyang walau sederhana banget.
Selanjutnya kita langsung pergi ke jembatan cinta untuk snorkling.
Snorkling...
Untuk snorkling kita sewa kapal bukan perahu nelayan dengan harga 150k untuk 7 orang.
Kemudian untuk peralatannya 1 orang dikenakan 20k.
Ini udah affordable banget sih soalnya yang lain itu 350/kapal dan alat snorklingnya 25k/orang.
Dan beli makanan ikan 20k sebagai sogokan kepada ikan-ikan kecil karena kita udah "mengganggu" tidur siangnya.
Itu jadi serba affordable karena aku ngelobby temenku yang kampungnya di Tidung untuk bantu sewa menyewa.
aaanddd tarangggg it's the best part and inti dari perjalan kali ini.
Kita snorkling, sekitar jam 14.30.
Padahal kita sempet dibikin galau karena cuaca nya mendung banget.
Tapi karena tekad yang kuat akhirnya kita tetep snorkling dengan harapan semoga cuaca jadi kembali cerah.
Alhamdulillah pas banget sampai di sana, langit cerah banget bahkan ada sinar matahari berbinar banget.
Jangan lupa untuk pemanasan terlebih dahulu yaa temen-temen.
Jangan lupa juga untuk pakai sunscreen atau sunblock dengan SPF yang cukup.
Aku menyarankan menggunakan 2 produk sunblock ini karena pas pulang aku sama sekali ga belang.
Kalau ditanya, snorklingnya sesuai ekspetasi atau engga sih yaaa engga terlalu sih.
Karena pas merasakan snorkling di Tidung aku rasa sih kayaknya tentu beda hasilnya sama kalau kita snorkling di Raja Ampat, lebih jernih.
Kalau pas kemarin itu yaaa, tetep keliatan ikan-ikannya tapi yaaa engga terlalu jernih aja.
Mungkin karena spot snorklingnya terlalu dalam sehingga aku udah ga nemuin posisi terumbu karang atau efek karena sebelumnya mendung banget atau karena aku snorklingnya bukan pakai kapal nelayan. I don't know, but i still satisfying.
Oiya tips kalau kalian pengen sampai mendarat ke dasar laut, alat fin (kaki ikan) jangan dipakai cukup pakai masker aja. Soalnya kalau pakai fin kita cuma bisa terapung di atas, agak berat untuk lebih ke dasar lautnya.
Pasanglah masker dengan posisi senyaman mungkin.
Lalu, bagian alat untuk dimulut itu harus dimasukkan semua bagiannya ke dalam mulut kayak mau "meniup balon". Terus nanti kita harus bernapas lewat mulut. Hati-hati kalau lupa ambil napas lewat hidung, bisa kemasukan air hehe.
Baju snorkeling pilih aja baju yang engga terlalu tipis dan ga terlalu tebal. Kalau kamu perempuan dan pakai kerudung, pakai kerudung bergo aja yaa biar simple dan tetep tertutup dan ga jiplak wkwk.
Nah setelah snorkling aku pun water sport, naik banana boat. 20k/orang.
Ini juga murah karena dikorting 5k karena ini lewat temenku yang tinggal di Tidung tadi.
Setelah selesai kami pun kembali ke Homestay.
Dan makan malam di samping home stay, makan seblak.
22 Juni 2018...
Jam 5 sudah selesai mandi dan sholat.
Langsung menuju jembatan cinta dan ambil view untuk foto-foto.
Oiya jangan lupa untuk menelusuri setiap sudut pantai jangan sampai ada view foto aesthetic yang terlewatkan yaa hehe.
Setelah foto-foto kami pun sarapan mie goreng di salah satu warung makan di dekat pantai.
10k/porsi.
Setelah foto-foto selesai kami pun menuju homestay untuk persiapan pulang.
Pulang?
Iyaa... pulang. Kami cuma 2 hari 1 malam.
Karena banyak yang kapok naik kapal kayu akhirnya kami naik kapal cepat sekitar 1 jam menuju Muara Angke. Nama kapalnya, Predator.
Tarifnya jadi cuma 100k. Kata temenku harga alsinya 150k/orang.
Seriusan pas naik berasa kayak naik bus bukan naik kapal, smooth banget rasanya kayak di darat aja.
Puas!
Setelah sampai di Muara Angke aku pulang naik busway yang sudah ada di pelabuhan tersebut.
Kalian sebenernya bisa turun di Muara Angke atau Ancol sih.
FYI rute TJ nya itu cuma sampai ke Kota nanti kita bisa transit lagi sesuai domisili.
Itu lah my journey, my short getaway and also my holiday ke Pulau Tidung.
Sangat singkat tapi cukup untuk me-refresh my soul.
Apa kabar?
Semoga sedang dalam keadaan baik yaaa.
Aku mau bahas satu quotes yang cukup menggelitik pemikiranku.
It's so simply. Kalau kita bekerja maka dompet akan terisi tapi kalau berpetualang jiwa yang akan terisi.
Pilih mana?
Kalau aku sih, pilih dua-duanya. Setelah kerja bagai quda aku mau berpetualang, travelling atau melakukan short getaway. Sehingga akan menyebabkan balance yang abadi dalam hidup.
Nah, yang akan aku bahas adalah holiday singkat aku tanggal 21 Juni 2018 even itu belum seminggu berlalu, masih fresh banget diingatan aku.
21 Juni 2018...
Aku pergi ke Pulau Tidung.
![]() |
| Pulau Tidung |
Pertama-tama aku naik kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke which is Pelabuhan Kali Adem, sama aja.
![]() |
| Kalau gampang masuk angin jangan duduk di atas yaaa... |
Sebelum naik kapal ini sebaiknya kalian minum Antimo dulu kalau kamu ga mau pusing until muntah-muntah karena mabuk laut.
Jangan lupa pakai pelampung supaya tetap safety.
Walaupun kapal kayu ini terbilang sederhana tapi di dalamnya sudah ada toilet, tempat untuk colokan kalau ada yang urgent banget mau ngecharge.
Aku berangkat ke Tidung bersama 6 temanku, jadi kita ber7. Udah kayak 7 bidadari, halaaah halu wkwk....!
Kita pergi engga pakai jasa travel, tour guide atau sejenisnya. Kita beneran hanya mengandalkan browsing di google untuk cari home stay, sewa sepeda, makan dan snorkling.
Sesampainya di sana, aku ketemu sama temenku yang juga lagi ada di Tidung karena dia memang kampungnya di Tidung.
Jadi untuk temen-temen yang mau liburan bisa kontak aku untuk tanya referensi harga yang ekonomis hehe.
Terus kita langsung menuju homestay yang jaraknya ga sampai 100 m dari pelabuhan Tidung, super duper deket banget.
Kalau home stay kita memang sudah terlajur browsing di internet jadi cukup mahal yaitu sekitar 350k, dibagi 7 orang.
Setelah tidur-tiduran sebentar dan taruh barang di homestay kami langsung menyewa sepeda.
Tarifnya 15k dan bisa dipakai seharian, sepuasnya alias unlimited.
Kami pinjam sepeda di tempat P.Yono.
![]() |
| Jangan tanya behind the scene take a picture this photo bcus akan ngakak banget |
![]() |
| Foto dijembatan cinta biar bisa ketemu jodoh huehehe ngarep! |
Sepanjang pantai banyak penjual makanan bentuknya seperti tenda dan ada juga yang seperti warung-warung kecil.
Kami membeli makanan di salah satu penjual tenda. Tapi karena banyak orang yang merokok dan terlalu crowded untuk duduk dibangku yang disediakan di sana akhirnya kami request untuk makan di belakang tenda literally deket banget sama pantai dan itu beneran cuma kita aja. Berasa special lunch gitu jadinya haha. Noted! Jadi jangan terpaku untuk makan dimeja meja yang udah jelas untuk lewat aja sumpek, ayo bergerak cari tempat nyaman!
Akhirnya kita makannya sharing.
Beli 6 nasi putih, karena 1 orang temanku beli mie ayam. Kemudian pesan 2 piring cah kangkung, 2 piring cumi saus tiram, 1 porsi otak-otak yang isinya 10 dan teh manis.
Jangan kaget, porsi cumi nya itu memang sedikit banget udah dipotong jadi kecil-kecil banget, bukan cumi utuh dan harganya 45k dan nasinya 5k/porsi.
Tenang, viewnya yang bikin harga makanan ini jadi worth dan bikin kita merasa kenyang walau sederhana banget.
Selanjutnya kita langsung pergi ke jembatan cinta untuk snorkling.
Snorkling...
![]() |
| Sarah, Ka Nurlin, Ka Himma, Nurul, Yowan, Anissa, Ka Mutia |
Kemudian untuk peralatannya 1 orang dikenakan 20k.
Ini udah affordable banget sih soalnya yang lain itu 350/kapal dan alat snorklingnya 25k/orang.
Dan beli makanan ikan 20k sebagai sogokan kepada ikan-ikan kecil karena kita udah "mengganggu" tidur siangnya.
Itu jadi serba affordable karena aku ngelobby temenku yang kampungnya di Tidung untuk bantu sewa menyewa.
aaanddd tarangggg it's the best part and inti dari perjalan kali ini.
Kita snorkling, sekitar jam 14.30.
![]() |
| Maafkan wajah kami yang jadi abstrak setelah terkena air asin dan menggunakan masker snorkel |
Tapi karena tekad yang kuat akhirnya kita tetep snorkling dengan harapan semoga cuaca jadi kembali cerah.
Alhamdulillah pas banget sampai di sana, langit cerah banget bahkan ada sinar matahari berbinar banget.
Jangan lupa untuk pemanasan terlebih dahulu yaa temen-temen.
Jangan lupa juga untuk pakai sunscreen atau sunblock dengan SPF yang cukup.
Aku menyarankan menggunakan 2 produk sunblock ini karena pas pulang aku sama sekali ga belang.
![]() |
| My sun protection |
Karena pas merasakan snorkling di Tidung aku rasa sih kayaknya tentu beda hasilnya sama kalau kita snorkling di Raja Ampat, lebih jernih.
Kalau pas kemarin itu yaaa, tetep keliatan ikan-ikannya tapi yaaa engga terlalu jernih aja.
Mungkin karena spot snorklingnya terlalu dalam sehingga aku udah ga nemuin posisi terumbu karang atau efek karena sebelumnya mendung banget atau karena aku snorklingnya bukan pakai kapal nelayan. I don't know, but i still satisfying.
Oiya tips kalau kalian pengen sampai mendarat ke dasar laut, alat fin (kaki ikan) jangan dipakai cukup pakai masker aja. Soalnya kalau pakai fin kita cuma bisa terapung di atas, agak berat untuk lebih ke dasar lautnya.
Pasanglah masker dengan posisi senyaman mungkin.
Lalu, bagian alat untuk dimulut itu harus dimasukkan semua bagiannya ke dalam mulut kayak mau "meniup balon". Terus nanti kita harus bernapas lewat mulut. Hati-hati kalau lupa ambil napas lewat hidung, bisa kemasukan air hehe.
![]() |
| Pertama kali nyelup seperti kucing liat ikan |
Nah setelah snorkling aku pun water sport, naik banana boat. 20k/orang.
Ini juga murah karena dikorting 5k karena ini lewat temenku yang tinggal di Tidung tadi.
![]() |
| Banana Boat |
![]() |
| Nanti sama abang banana boat nya akan ditanya, mau pakai jatoh atau engga :') |
Dan makan malam di samping home stay, makan seblak.
22 Juni 2018...
Jam 5 sudah selesai mandi dan sholat.
Langsung menuju jembatan cinta dan ambil view untuk foto-foto.
Oiya jangan lupa untuk menelusuri setiap sudut pantai jangan sampai ada view foto aesthetic yang terlewatkan yaa hehe.
![]() |
| Tanpa disadari nuansa baju kita bertiga samaan |
![]() |
| Foto di atas pohon juga seru looh! |
![]() |
| Pakai sendal dan syal adalah the best choice |
![]() |
| Foto di ayunan juga bisa jadi good idea |
10k/porsi.
Setelah foto-foto selesai kami pun menuju homestay untuk persiapan pulang.
Pulang?
Iyaa... pulang. Kami cuma 2 hari 1 malam.
Karena banyak yang kapok naik kapal kayu akhirnya kami naik kapal cepat sekitar 1 jam menuju Muara Angke. Nama kapalnya, Predator.
![]() |
| Suasana di dalam kapal predator |
Seriusan pas naik berasa kayak naik bus bukan naik kapal, smooth banget rasanya kayak di darat aja.
Puas!
![]() |
| Kapal kecintaanku |
![]() |
| Pasti ga ada yang nyangka kalau aku pakai celana piyama hAhAhA |
FYI rute TJ nya itu cuma sampai ke Kota nanti kita bisa transit lagi sesuai domisili.
Itu lah my journey, my short getaway and also my holiday ke Pulau Tidung.
Sangat singkat tapi cukup untuk me-refresh my soul.

































































