Hallo Dear

Welcome in Yowanty's Blog

Total Pageviews

Wednesday, 4 July 2018

My Journey in Tidung Island

Assalamu'alaikum. Hallo teman-teman.
Apa kabar?
Semoga sedang dalam keadaan baik yaaa.
Aku mau bahas satu quotes yang cukup menggelitik pemikiranku.
It's so simply. Kalau kita bekerja maka dompet akan terisi tapi kalau berpetualang jiwa yang akan terisi.
Pilih mana?
Kalau aku sih, pilih dua-duanya. Setelah kerja bagai quda aku mau berpetualang, travelling atau melakukan short getaway. Sehingga akan menyebabkan balance yang abadi dalam hidup.
Nah, yang akan aku bahas adalah holiday singkat aku tanggal 21 Juni 2018 even itu belum seminggu berlalu, masih fresh banget diingatan aku.
21 Juni 2018...
Aku pergi ke Pulau Tidung.
Pulau Tidung
Aku cuma bawa uang sekitar 300ribu, mengandalkan sisa-sisa uang THR lebaran :')
Pertama-tama aku naik kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke which is Pelabuhan Kali Adem, sama aja.
Kalau gampang masuk angin jangan duduk di atas yaaa...
Tarif nya 50k. Perjalannya 3 jam. Aku berangkat sekitar pukul 07.30-10.00.
Sebelum naik kapal ini sebaiknya kalian minum Antimo dulu kalau kamu ga mau pusing until muntah-muntah karena mabuk laut.
Jangan lupa pakai pelampung supaya tetap safety.
Walaupun kapal kayu ini terbilang sederhana tapi di dalamnya sudah ada toilet, tempat untuk colokan kalau ada yang urgent banget mau ngecharge.
Aku berangkat ke Tidung bersama 6 temanku, jadi kita ber7. Udah kayak 7 bidadari, halaaah halu wkwk....!
Kita pergi engga pakai jasa travel, tour guide atau sejenisnya. Kita beneran hanya mengandalkan browsing di google untuk cari home stay, sewa sepeda, makan dan snorkling.
Sesampainya di sana, aku ketemu sama temenku yang juga lagi ada di Tidung karena dia memang kampungnya di Tidung.
Jadi untuk temen-temen yang mau liburan bisa kontak aku untuk tanya referensi harga yang ekonomis hehe.
Terus kita langsung menuju homestay yang jaraknya ga sampai 100 m dari pelabuhan Tidung, super duper deket banget.
Kalau home stay kita memang sudah terlajur browsing di internet jadi cukup mahal yaitu sekitar 350k, dibagi 7 orang.
Setelah tidur-tiduran sebentar dan taruh barang di homestay kami langsung menyewa sepeda.
Tarifnya 15k dan bisa dipakai seharian, sepuasnya alias unlimited.
Kami pinjam sepeda di tempat P.Yono.
Jangan tanya behind the scene take a picture this photo bcus akan ngakak banget
Foto dijembatan cinta biar bisa ketemu jodoh huehehe ngarep!
Karena sudah pukul 13.00 kami pun merasa lapar dan pergi ke tempat makanan.
Sepanjang pantai banyak penjual makanan bentuknya seperti tenda dan ada juga yang seperti warung-warung kecil.
Kami membeli makanan di salah satu penjual tenda. Tapi karena banyak orang yang merokok dan terlalu crowded untuk duduk dibangku yang disediakan di sana akhirnya kami request untuk makan di belakang tenda literally deket banget sama pantai dan itu beneran cuma kita aja. Berasa special lunch gitu jadinya haha. Noted! Jadi jangan terpaku untuk makan dimeja meja yang udah jelas untuk lewat aja sumpek, ayo bergerak cari tempat nyaman!
Akhirnya kita makannya sharing. 
Beli 6 nasi putih, karena 1 orang temanku beli mie ayam. Kemudian pesan 2 piring cah kangkung, 2 piring cumi saus tiram, 1 porsi otak-otak yang isinya 10 dan teh manis.
Jangan kaget, porsi cumi nya itu memang sedikit banget udah dipotong jadi kecil-kecil banget, bukan cumi utuh dan harganya 45k dan nasinya 5k/porsi.
Tenang, viewnya yang bikin harga makanan ini jadi worth dan bikin kita merasa kenyang walau sederhana banget.
Selanjutnya kita langsung pergi ke jembatan cinta untuk snorkling.
Snorkling...

Sarah, Ka Nurlin, Ka Himma, Nurul, Yowan, Anissa, Ka Mutia
Untuk snorkling kita sewa kapal bukan perahu nelayan dengan harga 150k untuk 7 orang.
Kemudian untuk peralatannya 1 orang dikenakan 20k.
Ini udah affordable banget sih soalnya yang lain itu 350/kapal dan alat snorklingnya 25k/orang.
Dan beli makanan ikan 20k sebagai sogokan kepada ikan-ikan kecil karena kita udah "mengganggu" tidur siangnya.
Itu jadi serba affordable karena aku ngelobby temenku yang kampungnya di Tidung untuk bantu sewa menyewa.
aaanddd tarangggg it's the best part and inti dari perjalan kali ini.
Kita snorkling, sekitar jam 14.30.
Maafkan wajah kami yang jadi abstrak setelah terkena air asin dan menggunakan masker snorkel
Padahal kita sempet dibikin galau karena cuaca nya mendung banget.
Tapi karena tekad yang kuat akhirnya kita tetep snorkling dengan harapan semoga cuaca jadi kembali cerah.
Alhamdulillah pas banget sampai di sana, langit cerah banget bahkan ada sinar matahari berbinar banget.
Jangan lupa untuk pemanasan terlebih dahulu yaa temen-temen.
Jangan lupa juga untuk pakai sunscreen atau sunblock dengan SPF yang cukup.
Aku menyarankan menggunakan 2 produk sunblock ini karena pas pulang aku sama sekali ga belang.
My sun protection
Kalau ditanya, snorklingnya sesuai ekspetasi atau engga sih yaaa engga terlalu sih.
Karena pas merasakan snorkling di Tidung aku rasa sih kayaknya tentu beda hasilnya sama kalau kita snorkling di Raja Ampat, lebih jernih.
Kalau pas kemarin itu yaaa, tetep keliatan ikan-ikannya tapi yaaa engga terlalu jernih aja.
Mungkin karena spot snorklingnya terlalu dalam sehingga aku udah ga nemuin posisi terumbu karang atau efek karena sebelumnya mendung banget atau karena aku snorklingnya bukan pakai kapal nelayan. I don't know, but i still satisfying.
Oiya tips kalau kalian pengen sampai mendarat ke dasar laut, alat fin (kaki ikan) jangan dipakai cukup pakai masker aja. Soalnya kalau pakai fin kita cuma bisa terapung di atas, agak berat untuk lebih ke dasar lautnya.
Pasanglah masker dengan posisi senyaman mungkin.
Lalu, bagian alat untuk dimulut itu harus dimasukkan semua bagiannya ke dalam mulut kayak mau "meniup balon". Terus nanti kita harus bernapas lewat mulut. Hati-hati kalau lupa ambil napas lewat hidung, bisa kemasukan air hehe.
Pertama kali nyelup seperti kucing liat ikan
Baju snorkeling pilih aja baju yang engga terlalu tipis dan ga terlalu tebal. Kalau kamu perempuan dan pakai kerudung, pakai kerudung bergo aja yaa biar simple dan tetep tertutup dan ga jiplak wkwk.
Nah setelah snorkling aku pun water sport, naik banana boat. 20k/orang.
Ini juga murah karena dikorting 5k karena ini lewat temenku yang tinggal di Tidung tadi.
Banana Boat
Nanti sama abang banana boat nya akan ditanya, mau pakai jatoh atau engga :')
Setelah selesai kami pun kembali ke Homestay.
Dan makan malam di samping home stay, makan seblak.
22 Juni 2018...
Jam 5 sudah selesai mandi dan sholat.
Langsung menuju jembatan cinta dan ambil view untuk foto-foto.
Oiya jangan lupa untuk menelusuri setiap sudut pantai jangan sampai ada view foto aesthetic yang terlewatkan yaa hehe.
Tanpa disadari nuansa baju kita bertiga samaan 
Foto di atas pohon juga seru looh!
Pakai sendal dan syal adalah the best choice
Foto di ayunan juga bisa jadi good idea
Setelah foto-foto kami pun sarapan mie goreng di salah satu warung makan di dekat pantai.
10k/porsi.
Setelah foto-foto selesai kami pun menuju homestay untuk persiapan pulang.
Pulang?
Iyaa... pulang. Kami cuma 2 hari 1 malam.
Karena banyak yang kapok naik kapal kayu akhirnya kami naik kapal cepat sekitar 1 jam menuju Muara Angke. Nama kapalnya, Predator.
Suasana di dalam kapal predator
Tarifnya jadi cuma 100k. Kata temenku harga alsinya 150k/orang.
Seriusan pas naik berasa kayak naik bus bukan naik kapal, smooth banget rasanya kayak di darat aja.
Puas!
Kapal kecintaanku
Setelah sampai di Muara Angke aku pulang naik busway yang sudah ada di pelabuhan tersebut.
Pasti ga ada yang nyangka kalau aku pakai celana piyama hAhAhA
Kalian sebenernya bisa turun di Muara Angke atau Ancol sih.
FYI rute TJ nya itu cuma sampai ke Kota nanti kita bisa transit lagi sesuai domisili.
Itu lah my journey, my short getaway and also my holiday ke Pulau Tidung.
Sangat singkat tapi cukup untuk me-refresh my soul.

Wednesday, 20 June 2018

Cinta, Harta dan Pop Bela

Sebelum menikah, Raffi Ahmad dikenal sebagai sosok pria yang memiliki deretan pacar berwajah cantik. Mulai dari Laudya Cynthia Bella, Tyas Mirasih, hingga Velove Vexia merupakan para perempuan yang pernah singgah di hati pria asal Bandung tersebut. Namun, akhirnya Raffi Ahmad menambatkan hati kepada Nagita Slavina sebagai istrinya yang sah. Di sini, Popbela telah mengumpulkan 7 foto yang membuktikan Raffi Ahmad tidak bisa berpaling dari kecantikan Nagita Slavina. 
Itu adalah potongan artikel yang paling saya suka saat itu, tepatnya tanggal 31 Agustus 2017 yang ditulis by Grace Kelly. Artikel yang berkali-kali saya baca disela-sela magang kampus.
Pertama karena sosok Nagita Slavina yang ditampilkan dengan berbagai angle foto yang detail dan mempesona.
Kegilaan saya pada Popbela.com di mulai dari sini, 12 Desember 2016.
Pertama kali menemukan search engine adalah ketika saya mencari berbagai referensi website kategori beauty and care. Hingga akhirnya search engine membawa saya menuju laman website id.techinasia.com yang diposting pada 8 Desember 2016.

Popbela menjadi website yang paling eyecatching bagi saya.
Jenis tulisan, ukuran tulisan, perpaduan warna konten, layout pada websitenya, bahkan tempat untuk iklannya pun tidak menggangu and looks dont't too promotional.
Popbela juga secara gamblang menyediakan berbagai kolom yang i think many things women need available in there. Disana ada kolom about home, fashion, beauty, relationship, career, dan Pop blogger.
Seiring berjalannya waktu ada kolom tambahan yaitu Quiz. Mungkin karena banyak readers yang suka sama Giveaway like me. Horaay!
FYI saya salah satu penikmat hadiah giveaway dari Popbela dan hadiahnya super duper worth it.
Waktu itu saya mengikuti giveaway yang diadakan Popbela di accoount instagram mereka yaitu OOTD challenge.
 
Berikut ini adalah foto ketika saya mengikuti giveaway Pop Bela di instagram periode ke-8.

Setelah saya memperkenalkan how i fall'in in love sama website ini which is Review Positif Website Pop Bela, next saya akan memperkenalkan siapa Pop bela menurut paradigma saya.
Analoginya, Pop Bela hadir sebagai pelengkap dari kisah cinta, kebutuhan harta dan dunia.
Setiap saat artikel-artikel website pop bela seperti "penyegar" para wanita milenial ditengah hiruk-pikuk kehidupan.
Popbela adalah portal online khusus wanita yang fokus pada pop-culture dan lifestyle.
Mereka merupakan media yang senantiasa menyajikan konten relevan dan yang sedang happening.
Salah satu hal yang saya sukai dari portal online ini adalah mereka menyuguhkan informasi seputar fashion, kecantikan, percintaan, dan karier dengan isi yang tergolong pendek, sehingga mudah untuk “dikonsumsi” di sela-sela waktu istirahat atau saat di tengah kemacetan.
Uniknya, Popbela mengikutsertakan sejumlah bloger dalam dan luar negeri untuk turut menulis dan berbagi informasi di portalnya. Salah satu pop creator bulan Mei 2018 adalah Febby Rastanty.
Dari segi foto dan gambar pada konten popbela benar-benar aesthetic dan mengikuti perkembangan jaman.
Dari segi isi konten, baik informasi, tips dan kumpulan berita soft report sudah sangat memumpuni untuk mendapatkan banyak pembaca setia. Singkat, banyak ilustrasi gambar, informatif dan trusted yang paling penting. Kemudian pemilihan diksi juga memudahkan pembaca.
Oiya, sebagai bentuk apresiasi, saya selalu membaca artikel pada website popbela dengan tampilan desktop di handphone. Cheer Up, Ladies! 

Thursday, 10 May 2018

My Routine Beauty and Care

Assalamu'alaikum. Welcome, dear! 😻
Aku selalu senang kalau bisa sharing dan berbagi sama readers. Kenapa? Karena kalau di blog, aku seolah-olah kayak bisa ngorbol sama berbagai kalangan yang aku kenal bahkan sama stranger.
Oke, langsung aja tanpa berpikir panjang aku akan sharing about my routine beauty and care versi Yowan.
But before i just want to warn all of you kalau my face sama sekali ga flawless, super cantik atau skin goals gitu deh. Malah kebalikannya aku tuh punya tipe kulit oily skin, gampang cakey, suka bruntusan dan sama sekali ga semulus pantat baby. Jadi, aku lebih ke sharing produk apa yang aku pakai, aku suka until new produk yang aku punya ke kalian hehe...
1. My Face Wash, Hada Labo Perfect X Simple Ultimate Whitening
Hada Labo Ultimate Whitening Face Wash
Pertama aku mau sharing my face wash alias sabun cuci muka. Jujur aku belum terlalu lama pakai produk Hada Labo ini. Yang padahal aku sudah tahu produk ini kayaknya pas aku SMP. Tapi dulu pas SMP aku ga punya budget even untuk sekedar beli produk sabun cuci muka. Hal yang aku suka dari face wash ini adalah dia fragrance free dan colorant free. Terus pas diaplikasikan ke wajah dia itu kayak lembab dan bikin wajah kayak nyimpen air segelas gitu looh. Know what i mean? Jadi super lembab gitu. Nah karena sebentar lagi mau bulan ramadhan dan kadar air dalam tubuh berkurang otomatis produk ini bisa membuat wajah tetep stay in kenyal.
Aku punya face wash khusus untuk dirumah yang normal size sama yang untuk travelling. Karena aku kalau kemana mana selalu pakai tas atau pouch yang super duper kecil jadi pastinya cuma muat bawa stuff yang frendly travelling. 
Oiya aku juga pakai lotionnya setiap sebelum tidur dan secukupnya aja. Cara pengaplikasiannya tinggal ditepuk-tepuk ringan ke wajah. Jangan tepuk-tepuk keras yaa mending tepuk tepuk wajah mantan aja wkwk apesih!
2. My Skin Care Routine, Nature Republic, Bio Oil and Garnier Micellar Oil Infused Cleansing Water
Nature Repubic Aloe Vera 92% Shooting Gel, Bio Oil and Garnier Micellar Oil-Infused Cleaning Water
Aku bukan wanita karir sejati wicis bukan perempuan yang full make-up everyday. Pertama karena profesi aku yaitu seorang guru SD. One day, aku pernah pakai maskara gitu cuma emang kondisinya lagi buru-buru gitu but trust me si maskara ini tetep keliatan rapi kok. Namun, ada beberapa anak seperti biasa menghampiri dan salim ke aku. Lalu, munculah sebuah statement polos dari sang anak yaitu. "Ibu, kok bulu matanya berantakan", lalu yang lain menanggapi "Ibu, kok matanya ada item-item gitu sih bu" dan yang lainnya "Udah ibu biasa-biasa aja, ibu jelek tau bu kayak gitu" Ohhh my Lord, where are you?! terus bumi kayak bergetar taunya Thanos dateng. Engga bukan gitu itu terlalu lebay, nah semenjak itu aku selalu jepit bulu mata dan pakai maskara dengan tenang supaya tidak ada lagi perkataan buruk dari anak-anak yang manis itu. Tapi engga untuk pakai ke sekolah hAhAhA.
Cuma kalau lagi ke big event atau datang ke acara wedding atau acara formal biasanya aku akan pakai lipstik matte atau foundation atau maskara yang waterproof. Selama ini aku ga punya motivasi untuk beli produk Bioderma untuk membersihkan wajah selain karena mahal dia juga cuma sedikit. Akhirnya aku membeli Bio Oil untuk menghapus make-up diseluruh wajah. Aku beli di stand Female Daily tahun 2017 dengan harga 105k. Beli yang kecil karena takut ga cocok. Dan ternyata pakai Bio Oil beneran cepet banget ilangnya. Baru setelah itu aku pakai Garnier untuk makesure semua residu telah terangkat. Garnier yang ini cocok untuk semua jenis kulit. Micellar water ini produk baru Garnier sudah dilengkapi dengan kandungan oil yang akan bikin kulit terasa lembab. Wanginya enak, aku suka. Dan yang terpenting dia bisa menghapus make-up waterproof.
The last baru pakai facewash Hada Labo lalu pakai si Nature Republic ini tipis-tipis. Biasanya aku gantian kadang pakai NR kadang pakai Hada Labo Lotion. 
Oya untuk bibir aku pakai Laneige Lip Mask. Gatau karena suggest atau apa tapi aku memang merasa bibir aku jadi lebih halus, agak ngepink dan super kenyal walau pake lipstik matte.
3. My Daily Make-up Routine, Marcks Loose Powder, Odessa Matte Lipstick, and Sun Care Ristra
Sun Care Ristra, Lipstik Matte Odessa, Bedak Marks
Ini bener-bener make-up yang aku gunakan sehari-hari. Ya, cuma 3 produk sesedikit itu. Please jangan bandingin my daily make-up sama beauty blogger/vlogger atau beauty influencer lainnya apalagi bandingin sama MUA hehe. Super simple. Aku selalu pakai Sun care dari Ristra dengan kandungan spf 17. Kalian bisa beli di Watson dengan range harga 80k. Kemudian aku pake lipstik Odessa yang shade 707 Cordovan. Warna nya tuh kayak coklat to orange gitu. My favorite shade colour ever. Belinya di matahari dengan harga sangat afforfable yaitu 40k. FYI guru-guru di sekolah udah pada nitip lipstik ini sama aku hehe. Akibat keracunan swatches sama sharing produk.
Bisa dm ke @prelovedyowanty di instagram kalau mau liat-liat. Yeeeee malah promo neng! 
Bedak Marks ini adalah bedak yang selalu aku pakai. Karena si loose powder ini sangat ringan, terus ada kandungan salicylic acid yang baik untuk kulit berjerawat dan mudah bruntusan kayak aku gini. Aku udah repurchased berkali-kali. Sebenernya pengen banget pakai shade yang pink tapi lagi lagi aku selalu beli yang putih. Aku beli bedak marks yang kecil, ini keluaran terbarunya. Aku beli di Alfamart dengan harga 31k. 
4. My Fragrance Routine, Perfumed Body Lotion The One Disguise Oriflame and Musk by Lilian Ashley
Perumed Body Lotion Oriflame and Parfumed Musk Lilian Ashley
Tarrraangggg.... kedua produk ini adalah produk yang baru aku gunakan di awal tahun 2018. Awal cerita, aku lagi diskusi gitu sama sahabatku. Dia bilang bahwa para penari profesional itu biasanya badannya wangi-wangi. Hal itu karena mereka biasanya pakai body cream/body lotion setelah mandi baru kemudian pakai parfum. Sehingga tingkat kewangian mereka lebih tinggi dibanding aku yang kalau hari minggu mandinya cuma sekali hehe. Pas banget lagi liat-liat katalog Oriflame aku liat ada body cream new collection Oriflame yang wanginya aku suka. Kayak ada wangi wood, rose, vanilla gitu loooh. Akhirnya aku langsung order dan memang waktu itu lagi promo yaitu 100k. Ternyata lumayan besar gitu packagingnya, 150 ml. Bentuknya pakai tube gitu dan ukuran tube nya juga lumayan besar jadi gampang dipakainya. Lalu untuk parfume aku dari dulu banget emang suka wangi bunga lili. Dulu aku pernah pake produk Lili Crabtree & Evelyn Eau De Toilette. Dalam 1 box ada 4 parfume isinya juga cuma 15ml jadi imut-imut banget. Tapi karena aku cuma suka sama wangi yang Lili jadi aku cuma pakai yang itu aja. Sedangkan yang 3 lagi aku ga apa apain dan masih ada sampe sekarang huhu. Oke, back to Musk Llian Ashley aku beli di Transmart Cempaka Putih dengan harga range harga 40k. So far aku suka sama perpaduan body lotion dan parfumed ini. Untuk ketahanan, aku pakai biasanya dari jam 06.30 - 12.00 menurut anak-anak sih tanganku tetep wangi hehe. Btw aku kok cengengesan mulu yaaa kayak neng Pe'a huhu.
Oke, jadi itu dia my daily routine beauty and care aku. Ga banyak tapi bisa mengcover kebutuhanku. Soalnya aku juga bukan tipe uptodate gitu untuk my skincare atau make-up karena selain aku gampang nyaman aku juga kalau pake sesuatu suka lama abisnya jadi jarang repurchased.
I could stop buying makeup but I'm not a quitter.
Semacam kayak punya new life kalau bisa punya makeup baru setelah gajian.

Sekian, Cheer Up!

Friday, 23 March 2018

Hal yang Ingin Dilakukan Sebelum Usia 40 Tahun

Happy Life Before 40s 

Hal apakah yang ingin saya wujudkan sebelum menginjak usia 40 tahun?
Mungkin bagi sebagian orang me-list impiannya adalah hal klise. Namun, melakukan hal tersebut memang tidaklah sulit untuk dilakukan dan hingga saat ini masih saya lakukan. Impian yang baru saja saya coret adalah "Graduation tahun 2017".
Berikut ini adalah hal-hal yang ingin saya wujudkan, diantaranya :

1. Melakukan Pola Hidup Sehat 

Pola hidup sehat saya diawali dengan memperbanyak mengonsumsi air putih, mengonsumsi makanan berserat, olahraga teratur, tidur yang cukup. Selain itu juga mulai mengurangi mengonsumsi junk-food karena selain dapat mengundang penyakit juga dapat menguras kantong.

2. Memperluas Relasi

Mengunjungi teman lama juga termasuk hal yang dapat memberikan saya semangat hidup. Mencari teman sebanyak-banyaknya juga akan membuat saya lebih sering mempelajari beragam jenis pribadi orang lain sehingga melatih diri untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

3. Mencari Berbagai Pengalaman 

Begitu banyak faktor mengapa saya harus melakukan aktivitas yang menyenangkan dan ekstrem di usia saat ini. Alasan karena saat ini kondisi kesehatan yang baik,tersedianya waktu dan masih memiliki semangat muda yang luar biasa. Saya ingin mengunjungi destinasi lokal dan dunia seperti Raja Ampat dan Almafi Coast. Saya ingin nantinya dapat menceritakan berbagai pengalaman seru yang tak terlupakan pada setiap orang.
Jika anda sering membaca dan mendengar mengenai kisah misalnya pengusaha sukses yang semasa muda menjadi Sales Promotion tentu akan membuat diri menjadi kagum. Akan tetapi mencari pengalaman adalah kunci untuk sukses. Seorang pengusaha tadi mungkin saja dapat sukses karena tidak menolak ketika dihadapkan dengan pekerjaan sebagai seorang sales. Roda kehidupan berputar sehingga saya ingin kisah saya menjadi lebih indah untuk diceritakan di usia matang walau diawali dengan perjuangan keras.

4. Mengikuti Asuransi 

 Asuransi terbaik saat ini

Asuransi juga perlu menjadi pertimbangan penting yaitu sebagai salah satu impian untuk melindungi diri sendiri atau keluarga. Asuransi menjadi salah satu pilihan masuk akal mengurangi berbagai ancaman dan risiko. Tentu saya tidak akan pernah tahu bagaimana nasib membawa saya esok hari. Asuransi yang akan saya utamakan yaitu asuransi kesehatan, perlindungan kebangkrutan dan investasi. Jangan anggap remeh mengenai asuransi karena memiliki banyak manfaat sekalipun semasa hidup anda tidak pernah mengalami keburukan hidup. Namun, jangan lupa untuk tetap teliti dalam memilih jasa asuransi apa yang akan menjadi pilihan anda. Saya merekomendasikan Commonwealth Life karena varian dan produknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan berasuransi setiap pelanggan. Awesome!

5. Beramal Sebagai Tiket Akhirat

Beramal tentu tidak hanya menyumbangkan sejumlah uang kepada orang yang membutuhkan. Akan tetapi dapat dilakukan dengan menolong orang lain dengan tenaga dan sejumlah kebaikan lainnya. Hal itu menjadi bentuk investasi saya untuk akhirat. Aamiin.
Semoga tulisan saya ini dapat menjadikan insipirasi, motivasi dan referensi bagi anda.
www.commlife.co.id/microsite
http://www.commlife.co.id/Solutions/Insurance-Option
#HappyLifeBefore40s

Tuesday, 20 March 2018

Cerita Anak Didi dan Ayam Goreng


Didi dan Ayam Goreng

Di pagi hari yang cerah. Terlihat Didi sedang sarapan dimeja makan. Didi adalah seorang anak kelas tiga sekolah dasar. Didi tinggal di wilayah ibu kota Indonesia, Jakarta. Seperti biasa Didi sarapan dengan ayam goreng. Ayam goreng adalah menu makanan yang sangat ia sukai. Setiap pagi Didi makan dengan ayam goreng buatan ibu. Didi tidak ingin makan jika tidak ada ayam goreng. Apabila ada ayam goreng, Didi makan sangat lahap dan banyak. “Ayam goreng sangat lezat” ujar Didi sambil memakan ayam gorengnya. 

Setelah sarapan, Didi pergi berangkat ke sekolah. Tidak lupa ia berpamitan dengan ayah dan ibunya. Sebelum keluar dari pagar rumahnya. Didi pergi bergegas ke belakang halaman rumah. Setiap hari ia selalu memberi makan ayam kecilnya. Ayam kecilnya sangat suka memakan beras atau nasi yang telah diberi air. Ayam kecilnya diberi nama “Pitik”. Didi mendapat ayam kecil dari Nenek ketika beliau sedang berkunjung kerumah Didi. Nenek berpesan agar ayam kecil itu dijaga dengan baik.
Bel sekolah pun berbunyi. Tepat sekali Didi berada di depan gerbang sekolah. Didi merapihkan dasi dan pakaiannya sebelum masuk kedalam kelas. Bu Amel pun masuk kedalam kelas. Semua anak menyambut dengan semangat 
“Selamat pagi anak – anak, masih semangat semuanya?” tanya Bu Amel dengan wajah ceria. “Masih bu….” jawab siswa – siswi dengan antusias. “Hari ini ibu mempunyai sebuah origami. Origami adalah karya seni lipat dari kertas. Origami berasal dari negara Jepang. Nah ini adalah contoh – contoh karya seni origami” kata Bu Amel sambil menunjukkan hasil karya origami dengan beraneka macam bentuk. Setelah semua mengerti penjelasan dari Bu Amel,  siswa dan siswa langsung memikirkan bentuk apa yang akan mereka buat dari teknik kertas origami.
Didi terlihat sangat semangat. Ia ingin sekali membuat origami bentuk hewan. Ia ingin membuat bentuk ayam kecil dengan origami. Sepulang sekolah ia langsung mengamati bentuk Pitik dengan baik. Agar dapat menghasilkan karya yang sangat bagus. Didi masuk kerumah dengan tergesa – gesa. Ibu bingung melihat sikap Didi. “Didi, ayo makan siang dulu. Ibu sudah menyiapkan ayam goreng kesukaanmu nih” kata Ibu. “Iya bu, nanti dulu sebentar lagi” tutur Didi. Ibu pun membiarkan Didi yang masih berada di luar halaman.
Setelah  mengamati Pitik, Didi langsung menuju meja makan. Tak lupa Didi mencuci tangan sebelum makan. Dilihatnya ada banyak makanan disana. Makanan itu termasuk empat sehat lima sempurna. Disana ada nasi, sayur bayam, ayam goring, buah jeruk dan susu. Didi senang sekali melihat ayam goreng yang tersaji di atas piring. Ia hanya memakan ayam goreng dan tidak memakan sayur bayam.
Hari itu hari minggu Didi akhirnya telah menyelesaikan tugas melipat kertas. Didi membuat origami bentuk ayam. Lipatannya sangat rapi dan bagus. Hari senin ia akan membawa tugasnya. Didi yakin Bu Amel pasti bangga padanya. Tak lupa ia memberi Pitik makan beras banyak sebagai tanda terima kasih. Sehingga Pitik tampak sangat gemuk dan lucu.
Keesokan harinya Didi mengumpulkan tugas origaminya. Ternyata benar dugaannya, semua orang memuji karya seninya. Didi merasa sangat senang dan bangga. Didi ingin cepat – cepat pulang dan menceritakan keberhasilannya hari ini kepada Ibu. Didi pun pulang dengan mengayuh sepedah dengan cepat. Sehingga ia merasa haus dan lapar.
Sesampainya dirumah, Didi langsung mencari ibunya. Ia melihat isi meja makan. Ia terkejut melihat tidak ada ayam goreng dimeja makan. Yang ada hanya sayur sup dan tempe goreng serta buah jeruk dan susu. “Ibu……. mana ayam gorengkuuu…..” Didi berteriak dengan sangat keras. Ibu keluar dari dalam kamar menuju meja makan. “Didi, hari ini ibu tidak memasak ayam goreng. Penjual ayam langganan ibu sedang tutup hari ini.” jawab Ibu. “Aaaa… aku tidak mau tahu pokoknya aku harus makan ayam goreng hari ini. Aku kan tadi sudah dapat nilai yang sangat bagus disekolah. Pokoknya aku mau makan ayam goreeengggg…. bukan sayur sup” ujar Didi sambil merengek – rengek pada Ibunya. “Ya sudah kalo itu mau kamu, akan ibu buatkan ayam goreng” kata Ibu dengan wajah marah.
Ibu pun keluar rumah. Ibu memikirkan bagaimana cara agar dapat memasak ayam goreng untuk Didi. Akhirnya ibu pergi menuju halaman rumah. Dilihatnya ayam kecil milik Didi sedang memakan beras. Tanpa berpikir panjang. Ibu langsung mengambil Pitik dan membawanya kedapur untuk segera dimasak. Didi sedang asik duduk diatas kasur sambil menunggu ayam gorengnya matang.


Sudah satu jam Ibu memasak ayam goreng didapur. Setelah selesai memasak. Ibu menyiapkan ayam goreng diatas meja makan. Ibu memanggil Didi untuk makan siang. Perut Didi sudah sangat lapar. Didi merasa sangat senang melihat ayam gorengnya berukuran sangat besar. Tanpa bertanya – tanya lagi, Didi langsung melahap ayam goreng buatan Ibu. Karena terlalu lapar Didi makan tanpa menyisakan daging ayam sedikit pun. “Bu, ini ayamnya kok gurih sekali. Rasanya beda dari ayam – ayam biasanya. Memang ibu jago sekali masak ayam”. ujar Didi sambil mencuci tangan. “Kamu ini bisa saja kalau sudah kenyang”. kata Ibu sambil tersenyum.
Didi pun langsung menuju kandang Pitik untuk memberi makan siang. Betapa terkejutnya Didi melihat Pitik tidak ada didalam kandang. Didi mencari – cari Pitik keseluruh halaman rumah. Didi akhirnya bertanya pada ibu. “Ibu, lihat si Pitik tidak? Kok dia tidak ada didalam kandang sih?” tanya Didi dengan wajah murung. “Kan Pitik ada didalam perutmu Di” jawab Ibu dengan santai. “Haaah… maksud Ibu? tanya Didi terkejut. “Iya, ayam goreng yang barusan kamu makan itu adalah daging si Pitik. Kan Ibu sudah bilang bahwa hari ini tidak ada menu ayam goreng, tapi kamu terus memaksa Ibu. Yasudah ibu masak saja ayam kesayanganmu itu” kata Ibu dengan tenang. “Apaaa bu???....... Ibu, aku minta maaf. Aku janji tidak akan makan ayam goreng terus. Aku mau Pitik bu….” ucap Didi sambil menangis.

Ibu langsung memeluk Didi yang sedang menangis. Ibu menasehati Didi bahwa ia harus makan empat sehat lima sempurna agar mendapat gizi yang seimbang. Bukan hanya makan ayam goreng tetap harus makan sayur juga. Semenjak hari itu Didi mulai makan tanpa lauk ayam goreng. Didi sudah mau memakan tempe goreng atau tahu goreng yang kaya akan protein. Akhirnya Didi dibelikan burung Beo oleh Ayah sebagai pengganti Pitik. Beo pun menjadi teman yang tidak kalah menyenangkan bagi Didi.

Community Development UNJ


Blog ini ditulis tahun 2014 namun kembali aku upload untuk mengenang kembali sebuah kisah luar biasa dalam hidupku.
Hobby aku itu selain “ngaca” yaitu “nostalgia”. Iya kali ini aku akan bernostalgia dengan pengalamanku. Kali ini aku belum  mau nostalgia dengan pacar, mantan, atau gebetan hehe tapi aku mau nostalgia dengan salah satu organisasi yang gak kalah berkesan. 
Organisasi ini adalah ComDev (Community Development) yang saat itu sempat berganti  nama menjadi Sekolah Cerdas. Dulu tuh tempatnya di Pedongkelan.



Aku tau ComDev itu dari senior namanya “Kak Wahyudi” kebetulan kakak itu adalah ketua Osis di SMAku. Kebetulan dulu aku pengurus Osis nah kka ini adalah ketua Osisnya. Jadi waktu itu ketika dia lagi main di SMA dan makan di kantin dia ngajak aku untuk ikut ComDev di Pedongkelan karena posisinya aku di situ ga terlalu peduli ya aku cuma iya iya aja sambil lumayan antusias juga sih. Bener ya kata orang kalau omongan itu doa. Ketika aku masuk UNJ aku beneran ikut ComDev daannnn aku cinta sama ComDev. Sebenernya kalau urusan bercerita pengalaman tentang ComDev mungkin salah satu temanku “Palupi Mutiasih” lebih bisa menggambarkan kondisi ComDev dengan sangat baik karena tulisannya pernah dimuat di suatu sumber yang cukup terkenal dan mungkin salah satu temanku “Hirman Tri Handoyo” juga lebih bisa memotretkan kondisi anak-anak ComDev karena sebelumnya si Hirman ini pernah menang lomba fotografi yang di selenggarakan oleh Fide (Forum Ide Kita) yang merupakan organisasi di FIP UNJ.
Jadi apa aja sih kegiatan yang ada di ComDev ini?


Kegiatan utamanya yaitu adalah mengajar. Mengajar anak-anak baik itu anak Paud, SD, SMP, SMA atau bahkan anak marjinal sekalipun. Karena ini merupakan organisasi jadi disana juga ada susunan kepengurusan seperti ketua atau disebut kepala sekolah, sekretaris, bendahara dan lain-lain. Sejujurnya aku ga terlalu amanah di sini karena waktu itu ComDev kan pindah jadi di daerah Cakung, nah tempat yang baru itu lumayan jauh dari rumahku beda halnya dengan tempat yang lama yaitu di Pedongkelan.
Terus waktu itu aku juga innalillahi dapet amanah jadi ketua di FIP English Club sehingga aku lebih memilih untuk kontribusi di English Club. Padahal aku beneran seneng bahkan ngerasa kangen banget sama atmosfir di ComDev itu. Nah ini adalah foto-foto dokumentasi yang aku punya selama aku ikut ComDev.
Foto ini diambil di metromini ketika akan jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Anak yang ditengah namanya Rio. Dia anak favorit aku sih, soalnya dia itu baik, kalem dan pinter. Dulu sih waktu tahun 2013 itu dia kelas 3 SD. Kira-kira sekarang dia kelas berapa ya?
Ada hal yang membuat aku tersentuh suatu waktu aku udah jarang datang ke ComDev dia berlari dengan kencang dengan wajah yang sumringah banget dan langsung salim dan kayak semacem bilang “kakak kemana aja?” Mungkin hal itu sudah jadi hal yang biasa untuk senior-senior terdahulu atau adik-adik yang sekarang masih ada di ComDev.
Nah ini adalah suasana ComDev waktu di Pedongkelan.Suasana sebelum ada penggusuran.  Kalo disini rumahnya ada tingkatnya gitu. Tapi tingkatnya sederhana terbuat dari triplek dan kayu.
Banyak buku-buku dilantai atas. Disampingnya ada mushola gitu deh hehe. Tapi airnya rasanya tuh kayak rasa besi jadi jangan kaget kalo dulu aku wudhu nya dengan muka kecut gitu hehe…
Ini suasana kalau mau pulang, jadi anaknya tuh salim-salim gitu sama kita. Tau gak sih rasanya disalimin ketika kita baru aja terjun ke jurusan guru SD? Rasanya tuhh… ya Allah aku Guru Ya Allah aku seneng aku bangga. Lebay!
My favorite song. Gak favorit juga sih hehe tapi ini lagu kebangkitan seorang Putri Yowanty kalau tiba-tiba mau acuh tak acuh sama lingkungan sekitar. Ya ini lagi nyanyiin lagu “Totalitas Perjuangan”. Awalnya dulu tuh aneh nyanyi lagu ini sambil tunjuk-tunjuk. Awkward moment gituuu tapi lama-lama jadi tau maknanya. Lebih dalem dari lagu A Thousand Years~
Sumpah ini foto culun banget sih wkwk. Oh iya ini anak ini namanya Ica. Dia juga baik sih awalnya tapi lama-lama lebih suka main dari pada belajar.

Nah ComDev ini juga ada agenda belajar di luar Waktu itu ini jalan-jalan ke Taman Mini. Seru banget deh jalan sama anak-anak ini. Kita bawa makanan sendiri, bawa snack, duduk di pendopo. Yang pasti jalan-jalan sama anak ComDev yang kebanyakan anak marjinal ini punya sensansi tersendiri, seperti anaknya susah diatur dan maunya kemana-mana intiya harus baik-baik ngejaganya biar gak hilang.

Ini Upgrading pertamaku, lokasinya di Ragunan.
Seru deh pokoknya. Acaranya itu perkenalan ComDev, pengakraban, dan ada tukeran kado juga hehe aku lupa sih dulu dapet apa.
Ini waktu ComDev udah pindah ke Rusunawa di daerah Cakung. Tempatnya di Rusun dan gak tingkat.
Kalau gak salah ini acara Upgrading di Lubang Buaya. Ada pembicaranya yaitu kakak yang mendirikan ComDev *Cmiiw* hampura kalau salah informasi yaaa. Nah kalau ini jalan-jalannya gak sama anak-anak ComDev cuma kakak-kakak dan pengurus aja. Hayooo siapa yang mukanya ada di foto ini? 
Waktu itu ada kakak-kakak dokter cantik yang datang ke Rusunawa untuk ngajarin anak-anak cara menggosok gigi dan bisa ngecek kesehatan gigi juga loh disini. Waktu itu anak anaknya ada yang seneng, ada yang ketakutan dan ada juga yang nangis jerit-jerit hahaha.
Aku sedih deh ceritain foto yang ini. Ini adalah hari terakhir aku datang ComDev. Aku kangen mereka. Apa mereka kangen aku juga ya? Baper bet dah ah~
Ini waktu foto rada ribet gitu ngatur posisinya hehe all crew sih kayaknya ini. Coba tebak aku yang mana? Hehe
Nah itu tadi cuplikan-cuplikan dokumentasi dan sharing dari aku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian dan kalau ada hal-hal yang menyinggung. Semoga tulisanku kali ini bermanfaat dan bisa menjadi nostalgia bagi teman-teman yang dulu pernah ikut ComDev sehingga suatu saat nanti kita gak lupa kalau ada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Hidup Pendidikan Indonesia!